Buka dengan skenario nyata: lo punya 3 AI agent berjalan bersamaan — satu coding fitur baru, satu research kompetitor, satu drafting konten. Semua tampak berjalan lancar. Tapi begitu lo perlu cek progres, semuanya stuck di kepala lo. Tidak ada board. Tidak ada audit trail. Tidak ada cara gampang untuk ngambil alih kalau satu agent hang.

Hermes Agent punya jawaban: Kanban board native yang terintegrasi langsung dengan setiap AI worker-nya. Task punya status lifecycle, worker punya workspace terisolasi, dan setiap perubahan tercatat permanen di database SQLite.

Artikel ini panduan lengkap cara pakai fitur Kanban di Hermes — dari arsitektur dasar sampai pattern lanjutan yang bikin AI workflow lo terasa terkontrol dan scalable.

1. Apa Itu Kanban dan Kenapa AI Agent Membutuhkannya?

Kalau lo sudah pakai Hermes sebagai AI agent daily driver, fitur Kanban ini adalah layer organisasi yang melengkapi apa yang AI sudah tangani. Bukan pengganti, bukan redundan — ini infrastruktur kerja yang bikin AI dan manusia bekerja dari dasar yang sama.

Mayoritas profesional mengelola task lewat chat: WhatsApp, Telegram, Slack. Ini bekerja sampai titik tertentu — sekitar 5-10 task aktif, 2-3 orang. Di atas itu, chat mulai gagal.

Tiga masalah fundamental:

  • Status tidak visible — tidak ada kolom yang menunjukkan mana yang sedang dikerjakan, mana yang selesai, mana yang blocked
  • History tersembunyi — keputusan yang diambil 3 hari lalu hilang di scroll
  • No accountability — tidak ada yang jelas bertanggung jawab atas apa

Mengapa prinsip Kanban pas untuk AI task:

  • Async & multi-turn — task hidup lama, bisa di-pause dan resume
  • Status-driven — worker tahu harus ngapain berdasarkan status task
  • Audit trail — setiap perubahan tercatat, bukan cuma output akhir

Kalau lo pernah merasa "lost" di antara 5+ AI agent, itu bukan masalah lo — itu masalah tool yang lo pakai. Kanban fix itu.

2. Arsitektur Kanban di Hermes — Bagaimana Task Dit_track?

Kanban Hermes menyimpan semua task di database SQLite lokal. Tidak ada server terpisah, tidak ada cloud dependency — everything lives in ~/.hermes/kanban.db.

Dua tabel utama:

  • tasks — task itu sendiri: judul, body, assignee, status, workspace, parent/child dependencies, priority, timestamps
  • task_events — audit trail: setiap perubahan status tercatat dengan timestamp dan run_id

Status lifecycle lengkap:

triage → todo → ready → running → review → done → archived

Penjelasan setiap status:

  • triage — task baru masuk, belum siap diproses. Daemon tidak auto-promote dari sini.
  • todo — backlog. Daemon auto-promote ke ready kalau tidak ada parent incompleted.
  • ready — siap diambil worker. Dispatcher akan assign ke agent yang sesuai.
  • running — sedang di-execute. Ada lock + heartbeat tracking aktif.
  • review — butuh human review sebelum done.
  • done — selesai, hasil sudah delivered.
  • archived — tidak aktif, tapi masih bisa di-query.

Kenapa audit trail penting: especially untuk cron automation yang auto-promote task, lo perlu bisa trace kenapa sebuah task tiba-tiba di-promote. task_events adalah satu-satunya sumber truth.

Pitfall penting: Saat scripting against kanban.db, pastikan SELECT clause, function parameters, dan call sites semua match. Schema pakai body bukan description — ini kesalahan yang paling sering terjadi.

3. Worker Lifecycle — Cara Hermes Menjalankan Task Secara Terisolasi

Empat fase worker lifecycle:

  1. Orient — worker baca task dari kanban board, dapat context (parent handoffs, comments, workspace)
  2. Work — eksekusi di dalam workspace yang sudah di-assign
  3. Heartbeat — kirim sinyal liveness tiap beberapa menit untuk task yang running lama
  4. Block / Complete — finish dengan structured handoff atau block kalau butuh human decision

Workspace kinds menentukan di mana kerja lo hidup:

  • scratch — fresh tmp dir, di-GC saat task archived. Untuk task eksperimental.
  • dir:<path> — shared persistent directory. Hasil kerja bisa dibaca run lain.
  • worktree — git worktree. Hasil kerja langsung masuk repo.

Heartbeat mechanism:

  • Task running > 1 hour tanpa heartbeat → daemon reclaim task
  • Reclaim = task kembali ke queue, tidak di-mark failed
  • Worker next spawn dapat task yang sama, bisa resume dari tempat berhenti
  • Heartbeat note yang useful: "epoch 12/50, loss 0.31" — bukan cuma "still working"

Apa yang terjadi saat worker hang atau OOM:

  • Task di-reclaim, worker di-terminate
  • Tidak ada "failed" counter tick
  • Worker next spawn dapat task yang sama, bisa resume

Untuk task yang butuh lebih dari 1 jam, wajib kirim heartbeat minimal sekali per jam — kalau tidak, daemon akan reclaim task lo dan assign ke worker baru.

4. Multi-Agent Orchestration — Menjalankan Beberapa Worker Sekaligus

Parent → child task relationship adalah cara Hermes orchestrate multiple agents:

  • Parent task wait sampai semua child reach done baru boleh complete
  • Gunakan kanban_create(parents=[parent_task_id]) untuk decompose
  • Child tasks auto-promote ke ready setelah semua parent done

Contoh decompose nyata:

Parent: "Riset Kompetitor" (Kalanjaya / PM agent)
├── child1: Market Research → Antareja
├── child2: Competitive Analysis → Antareja
└── child3: Content Draft → Jatayu

Setiap child bisa di-assign ke profile berbeda — specialist yang tepat untuk job yang tepat. Orchestrator pattern: planner profile decompose + fan out child tasks, tidak eksekusi sendiri.

Anti-pattern yang harus dihindari:

  • Assign follow-up work ke diri sendiri → harus assign ke specialist
  • Gunakan kanban_create untuk cross-agent handoffs, bukan delegate_task
  • delegate_task untuk short reasoning subtasks dalam satu run; kanban_create untuk task yang outlive satu API loop

5. Pattern Lanjutan — Cron Job, Webhook, dan Automasi Tanpa Monitoring Aktif

Kanban di Hermes bukan cuma board manual. Ada tiga pattern automation yang bikin workflow lo jalan sendiri:

Cron job pattern:

  • Setup via cronjob(action='create', schedule='0 9 * * *')
  • Cron worker auto-load skills, dapat task instruction
  • Tidak punya live user untuk tanya — prompt harus self-contained
  • Contoh: Daily Freelancer Job Scraping — cron spawns worker setiap jam, worker kanban_create task baru, Citrasena executes scrape, hasil masuk Obsidian Vault

Webhook pattern:

  • Hermes gateway menerima external trigger (Telegram / HTTP)
  • Trigger langsung inject task ke board tanpa manual entry
  • Contoh: Telegram command /task "Fix login bug" → webhook → task created → assigned worker spawns

Deliver options:

  • origin — auto-deliver back ke originating chat
  • local — silent, save only
  • all — fan out ke semua connected channels
  • Specific: telegram:-1001234567890:17585

6. Best Practices — Jangan Buat Kanban Board Jadi Racun

Empat jebakan paling umum yang bikin Kanban board jadi sumber masalah, bukan solusi:

Ghost Loop — task tiba-tiba muncul di ready padahal udah done:

  • Penyebab: kombinasi Hermes native daemon auto-promotion + 2-way sync scripts yang force task ke todo
  • Fix: kalau task harus di-hold, pakai status triage, bukan todo
  • Daemon auto-promote hanya ke ready dari todo — triage diabaikan

Auto-Promotion Battle:

  • DaemonPromote task todo → ready secara otomatis
  • Sync script force task ke todo
  • Hasil: infinite loop
  • Fix: protect backlog task dengan status triage

2-Way Sync Corruption (Kanban ↔ ClickUp):

  • Status tidak 1:1 mapping — Kanban punya 8 status, ClickUp mungkin cuma 4
  • Raw UPDATE tasks SET status='done' bypass task_events → sync script nggak detect change → rollback
  • Fix: selalu pakai kanban_complete / kanban_update_status API, jangan raw SQL
  • Test status mapping sebelum hidupkan production sync

Runner Auto-Done Logic Trap:

  • Custom runner script yang auto-mark done saat agent exit 0
  • Bypass review gate
  • Fix: runner hanya fail atau reclaim, tidak done — done exclusively untuk agent yang call kanban_complete

Checklist untuk tim:

  • [ ] Hold backlog task di triage, bukan todo
  • [ ] Pakai kanban_block bukan asal complete
  • [ ] Jangan bypass kanban_* tools dengan raw SQL
  • [ ] Test status mapping sebelum hidupkan 2-way sync
  • [ ] Worker only spawns child tasks via kanban_create, tidak via raw DB insert

7. Integrasi Ekosistem — Hermes Kanban + Obsidian Vault + Telegram

Potret ekosistem lengkap:

  • Antareja (research agent) → hasil riset masuk Obsidian Vault via Gandamana
  • Kalanjaya (PM agent) → track progress via Kanban board
  • Setyaki (distribution agent) → publish ke platform tujuan
  • Udawa (communication agent) → kirim ringkasan ke Telegram group via gateway notifier

Kenapa ini beda dari task manager biasa:

  • Task bukan cuma "to-do list" — task adalah unit of work dengan audit trail, owner, dan lifecycle
  • AI agent punya context yang persisten — task hidup antar session
  • Human oversight tetap ada — review gate sebelum task marked done
  • Integrasi dengan knowledge base (Obsidian) dan communication (Telegram) bikin AI workflow terasa real

Hermes Kanban bukan cuma task manager — dia jembatan antar AI agent dengan human oversight, external tools, dan knowledge base. Coba decompose task pertama lo hari ini dan rasakan bedanya.

Coba decompose task pertama lo — assign ke specialist, observe di board. Atau set cron pertama lo — schedulable AI task tanpa manual trigger. Atau connect Hermes + Obsidian + Telegram dan lihat ekosistem AI workflow lo hidup sendiri.

Pertanyaan Umum

Trello dan Notion Board adalah board manual — manusia yang harus update status, tidak ada worker yang otomatis mengerjakan. Hermes Kanban punya dispatcher yang bisa auto-dispatch task ke agent, plus dependency enforcement, event logging, dan deep integration dengan AI workflow. Kalau lo hanya butuh visual board, Trello sudah cukup. Kalau lo butuh AI-native task orchestration, Hermes lebih cocok.

Set field assignee saat create task. Assignee harus matching dengan Hermes profile yang ada di sistem. Dispatcher akan pick up task dan spawn worker sesuai profile tersebut.

Dispatcher akan SIGTERM worker dan re-queue task dengan outcome timed_out. Task tidak ditandai gagal, hanya di-reschedule. Bisa dijalankan ulang tanpa ada failure counter tick.

Ini Ghost Loop — kombinasi Hermes native daemon auto-promotion dan 2-way sync scripts yang force task ke todo. Fix: hold backlog task di status triage, bukan todo. Daemon hanya auto-promote dari todo, tidak dari triage.

Bisa. Task dengan assignee manusia tetap visible di board. Manusia bisa update status manual lewat board interface atau CLI. Worker manusia dan agent menggunakan queue yang sama — tidak ada pemisahan strict.

Butuh Bantuan Implementasi?

Saya membantu founder dan tim membangun sistem operasi yang bisa jalan tanpa pengawasan konstan.

Hubungi Saya