Gua berhenti pakai ChatGPT bukan karena mahal. Gua berhenti karena setiap percakapan dimulai dari nol — AI tidak kenal gua, tidak ingat konteks proyek, tidak tahu preferensi gua. Ini alasan dan arsitektur di balik AI agent personal yang gua bangun sendiri di VPS.

Masalah yang Sebenarnya: Bukan Biaya, Tapi Memori

Kalau lo sudah cukup lama pakai tools AI berbayar, pasti familiar dengan frustrasi ini: sedang deep di satu proyek, sudah jelaskan konteksnya panjang lebar — besoknya buka chat baru, dan AI tidak ingat apa pun. Jelaskan ulang. Lagi. Dan lagi.

Beberapa masalah lain yang gua temui setelah bertahun-tahun pakai chat AI sebagai daily driver:

  • Konteks terbatas: semakin panjang percakapan, semakin AI "lupa" bagian awal — untuk proyek kompleks dengan banyak dependensi, ini bottleneck nyata.
  • Tidak bisa proaktif: AI tidak bisa mengingatkan deadline, meringkas update harian, atau monitoring anomali tanpa workaround yang rumit.
  • Locked-in ke satu provider: mau ganti model atau pakai model lokal untuk data sensitif? Tidak mudah kalau semua sudah tergantung ke satu platform.
  • Memory dangkal: fitur "memory" di tools AI berbayar sering tidak terstruktur dan sulit dikontrol atau diaudit.

Arsitektur yang gua Bangun

Setelah beberapa bulan eksperimen, gua settle di stack ini — semua berjalan di satu VPS Ubuntu, terhubung lewat Docker internal network, akses publik hanya lewat Caddy dengan HTTPS:

Telegram (interface)
     |
     v
Hermes Agent (AI orchestrator)
     |
     +-- LLM Router (9router) — routing ke berbagai model
     |
     +-- Obsidian Vault (memori permanen)
     |        |
     |        +-- GitHub Sync (backup + akses dari laptop)
     |        +-- Graphify (knowledge graph otomatis)
     |
     +-- n8n (otomasi deterministik)
     |
     +-- Wayang System: agent-agent spesialis (multi-persona)

Kenapa VPS, Bukan Cloud Serverless?

Pertanyaan yang sering muncul: kenapa tidak pakai Lambda + managed AI service saja? Jawabannya sederhana — persistensi dan kontrol.

  • Data tidak pernah meninggalkan server kecuali gua izinkan
  • State tersimpan permanen — tidak ada cold start yang reset memory
  • Bisa jalankan model lokal kalau dibutuhkan
  • Biaya flat, tidak naik seiring pemakaian
  • Gua yang kontrol update dan downtime

Trade-off-nya jelas: Lo harus handle ops sendiri. Tapi kalau sudah familiar dengan terminal Linux dasar, kurva belajarnya tidak setinggi yang dibayangkan — dan langkah instalasi lengkapnya sudah gua tulis di panduan instalasi Hermes Agent di VPS.

Komponen Utama dan Fungsinya

Hermes Agent dari NousResearch jadi "otak" utama: punya gateway ke Telegram, mendukung custom tools/skills, dan tidak terikat ke satu model — request bisa di-route ke model berbeda berdasarkan task.

LLM Router (9router) adalah layer di antara Hermes dan model AI. Router menerima request format OpenAI-compatible, lalu meneruskan ke model yang tepat. Ganti model tidak perlu ubah konfigurasi Hermes.

Obsidian Vault jadi memory layer permanen — Hermes baca dan tulis ke vault, di-sync ke GitHub, dan bisa diakses dari laptop. Konteks proyek, keputusan, dan insight tersimpan dalam format yang juga bisa dibaca manusia.

n8n menangani task deterministik (cron job, webhook, integrasi eksternal), sementara task yang butuh reasoning dikirim ke Hermes. Keduanya bekerja sama, bukan bersaing — detail pembagian tugasnya ada di artikel tentang hybrid workflow n8n + Hermes.

Apa yang Bisa Dilakukan Sistem Ini?

  • Kirim pesan Telegram "review kode ini sebelum deploy" — Hermes baca kode, arahkan ke agent QA, return verdict
  • Hermes proaktif kirim briefing harian setiap pagi berisi task prioritas hari ini
  • File baru di Obsidian vault otomatis diparsing masuk ke knowledge graph
  • Request freelance masuk via webhook, Hermes analisa dan buat draft response
  • Vault dibackup otomatis ke Google Drive setiap minggu

Yang Tidak Bisa Dilakukan Sistem Ini (Belum)

Jujur soal limitasi: ini bukan pengganti penuh untuk semua use case ChatGPT, terutama yang butuh browsing real-time. Butuh waktu setup awal yang tidak sedikit. Kalau VPS down, sistem down — solusinya ada di prosedur backup dan restore yang terdokumentasi. Dan kualitas output tetap tergantung model yang digunakan.

Sebelum Mulai

Yang lo butuhkan sebelum masuk ke setup teknis:

  • VPS Ubuntu 24.04 LTS (minimal 2 vCPU, 4 GB RAM, 40 GB storage)
  • Domain yang sudah lo kontrol DNS-nya
  • Akun di provider LLM (OpenRouter atau yang lain)
  • Familiar dengan terminal Linux dasar (SSH, nano/vim, basic commands)
  • Telegram account untuk setup bot

Kalau semua sudah siap, langkah teknis pertama ada di Cara Instalasi Hermes Agent di VPS dengan 9router dan Obsidian — dari setup server kosong sampai bot Telegram merespons.

Pertanyaan Umum

Memori permanen dan kontrol penuh. AI agent self-hosted menyimpan konteks proyek, preferensi, dan riwayat keputusan secara permanen di vault sendiri — tidak hilang setiap buka chat baru, dan datanya tidak meninggalkan server kecuali diizinkan.

Butuh familiaritas dasar dengan terminal Linux (SSH, command line, basic Docker). Kalau belum familiar, kurva belajarnya cukup terjal di awal, tapi panduan instalasi langkah demi langkah membantu mempersempit gap tersebut.

Biaya VPS bersifat flat (sekitar Rp150.000-250.000/bulan untuk spek minimal) ditambah biaya API LLM sesuai pemakaian. Untuk pemakaian personal yang konsisten, ini sering lebih murah dibanding beberapa subscription AI premium sekaligus.

Hermes Agent sebagai orchestrator, LLM router (9router) untuk routing ke berbagai model, Obsidian vault sebagai memory layer permanen, dan n8n untuk otomasi task deterministik. Semua berjalan di VPS via Docker.

Butuh Bantuan Implementasi?

Saya membantu founder dan tim membangun sistem operasi yang bisa jalan tanpa pengawasan konstan.

Hubungi Saya