Banyak orang setup AI agent seperti ngajak ngobrol ChatGPT. Hasilnya: memori tumpang tindih, eksekusi berantakan. Ini panduan wajib memahami urutan loading (SOUL, USER, MEMORY) saat setup Hermes Agent agar operasi berjalan mulus tanpa instruksi berulang.
Anatomi Prompting AI Agent (Bukan Chatbot Biasa)
Saat lo chatting di ChatGPT atau Claude, sistem membaca prompt lo sebagai entitas tunggal. Di AI Agent seperti Hermes, yang terjadi di belakang layar berbeda: sistem me-load arsitektur stateful tiap kali pesan masuk.
Setiap pesan baru adalah sebuah fresh run. Agar agent punya konteks siapa dirinya dan untuk siapa ia bekerja, ia mengkompilasi file-file persona dan data persisten sebelum membaca input lo. Jika lo mengisi semuanya di satu tempat, instruksinya akan bertabrakan, cost token membengkak, dan agent jadi bingung prioritas.
Hierarki Load: SOUL, USER, dan MEMORY
Kunci dari setup Hermes Agent yang stabil adalah meletakkan instruksi di wadah yang tepat sesuai hierarki top-down berikut:
- 1. SOUL.md (Siapa Agent Ini): Instruksi terdalam tentang persona, tone, dan identitas dasar agen. "Kamu adalah expert AI, bicara to the point, jangan minta maaf". Ini adalah DNA. Jika SOUL salah, seluruh respons berikutnya akan meleset dari tone.
- 2. USER.md (Siapa lo): Konteks tentang lo. "Gua Neno, Project Manager, sering kerja malam, dan bahasa default gua adalah casual Indo". Ini mengatur cara agen merespons preferensi lo.
- 3. MEMORY (Konteks Environment): Fakta operasional yang persisten. Misalnya: "Project A ada di path /opt/data/project-a", "Selalu pakai git pull sebelum nulis", atau SOP penggunaan MAger untuk automasi. Jangan taruh SOP di USER.md.
- 4. Input User: Perintah spesifik yang baru saja lo ketik.
Cara Tulis Konteks Biar Gak Tabrakan
Kesalahan fatal pemula adalah menaruh perintah "Jalankan script backup tiap pagi" di SOUL.md atau USER.md. Instruksi kerja seharusnya masuk ke sistem Cron atau SKILL, bukan Persona.
Pisahkan state dengan rapi:
# SOUL.md: Tone dan Persona
Respond ultra-terse. Maximum compression.
# USER.md: Preferensi
Neno Wasian. Panggil Gua/Lo. Confirm pakai "Ya".
# MEMORY: Lingkungan
Vault path: /opt/data/Obsidian/
Situs: https://www.wasian.my.id/
Dampak ke Workflow
Ketika hierarki ini diterapkan, AI mengerti mana yang instruksi absolut (SOUL), mana yang preferensi (USER), dan mana yang variabel state (MEMORY).
Efek instannya: Lo tidak perlu lagi mengetik "Tulis dalam bahasa Indonesia yang casual" setiap kali menyuruhnya merangkum data, atau mengingatkan path folder saat minta ambil data dari database platform freelance. Sistem sudah terkalibrasi dengan environment lo sejak detik nol.
Pertanyaan Umum
SOUL.md mendefinisikan siapa agent tersebut (tone, gaya bahasa, persona inti). USER.md mendefinisikan siapa lo sebagai pengguna (nama, role, preferensi komunikasi). Memisahkan keduanya memastikan agent tidak kebingungan membedakan identitasnya sendiri dengan identitas lo.
USER.md di-load bersama instruksi dasar. Jika diisi penuh dengan SOP atau detail project, konteks akan membengkak, memakan banyak token tiap pesan, dan mengacaukan prioritas instruksi. SOP sebaiknya dimasukkan ke sistem SKILL atau dokumen Vault yang diload hanya saat dibutuhkan.
MEMORY adalah catatan persisten agen tentang environment dan fakta-fakta operasional yang berulang (seperti letak folder project, URL repo, atau aturan spesifik). Ini memastikan lo tidak perlu mengingatkan sistem berulang kali tentang variabel environment setiap kali memberi tugas.
Butuh Bantuan Implementasi?
Saya membantu founder dan tim membangun sistem operasi yang bisa jalan tanpa pengawasan konstan.
Hubungi Saya